{SongFic} Coagulation

Gambar

Title                :           Coagulation

Author            :           Aoey Kiyumi (UminUyun)

Cast                 :           Sung Hye Hwa

Eunhyuk (Super Junior)

Genre              :           romance

Type               :           songfic

Annyeong . . .

Ini songfic keduaku, songfic ini adalah songfic She’s Gone berdasarkan Hye Hwa POV. Aku bikin kedua songfic ini dalam satu hari sekaligus nyempurnain fanfic pertamaku, lho. Jadi maklum kalo agak berantakan (bukan agak, sih. Tapi emang berantakan). Apalagi idenya pake ide reflek. Tapi luamayan, koq. Akhir kata. Happy Reading . . . ^^

Hye Hwa POV

Akhir – akhir ini Eunhyuk Oppa semakin jarang menghubungiku. Sebab waktuku yang tak lama lagi akibat penyakitku yang mulai tak dapat dikendalian, akhirnya  kuputuskan untuk tetap menghubunginya meski aku tahu jadwalnya sangatlah ketat.

Terdengar nada sambung yang cukup panjang hingga ia menjawab panggilanku. Tanpa basa – basi lagi, segera kuutarakam maksudku menghubunginya “Oppa, tak bisakah kau meluangkan waktumu untukku walaupun hanya satu hari?” pintaku pada seorang namja yang sudah dua tahun ini menjadi kekasihku.

“kau tahu kan? Aku sangat sibuk akhir – akhir ini. Kumohon kau bisa memahami posisiku saat ini. Akan kuhubungi lagi setelah semua urusanku selesai, arrasheo?” balasnya dengan sangat tergesa – gesa dan juga dingin. Semenjak Eunhyuk Oppa memulai debutnya dengan Super Junior ia tak punya banyak waktu lagi untukku.

“arra” jawabku pasrah lalu menutup telepon. Tak terasa air mata mulai menetes membasahi pipiku yang mulai tirus seiring dengan berat badanku yang mulai menurun karena penyakit kanker otak yang menggerogoti tubuhku sejak satu tahun lalu. Inilah satu – satunya alasan aku meminta Eunhyuk Oppa meluangkan sedikit waktunya untukku.

Chagaun neoe geu han madiga nae maeume dake dwaesseul ddae

Nae nundongjaen nado moreuneun chokchokan iseul bangul

Hari hari berikutnya aku tetap gencar menghubungi Eunhyuk Oppa. Aku tidak ingin kehilangan waktu berhargaku dengannya. Dan beruntungnya diriku, saat ini aku dapat bertatap muka dengannya. “Oppa, mintalah satu hari untuk cuti” aku kembali memohon pada Eunhyuk Oppa untuk meluangkan sedikit waktunya karena aku merasa tak ada banyak waktu lagi untukku berada di dunia ini.

“Hye Hwa, kita sudah sangat sering membicarakan hal ini. Dan kau tahu kan..”

“aku tahu, Oppa. Tapi aku takut tak akan ada waktu lagi” kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirku tanpa menghiraukan kalimat Eunhyuk Oppa yang terpotong.

Eoddeoke dasin neol bol su eopseumyeon nan eoddeoke

“Oppa, jebal” aku kembali memohon dengan menggenggam tangannya erat. Tak terasa setetes air mata kembali menetes dan disusul dengan air mata berikutnya. Aku juga tak mengerti mengapa ini semua terjadi. Hubungan yang dulu sangat erat dan hangat perlahan – lahan menjadi dingin. Eunhyuk Oppa pun tak mempedulikan berapa banyak air mataku yang terjatuh karenanya. Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa yang harus kulakukan untuk menahannya tetap berada disisiku sampai saat itu tiba?

Eodiseo eoddeoke jagguman maetineunji nado moreujyo

Geunyang naega mani apeun geotman arayo

Ddeugeowotddeon gaseumi jeomjeom ssaneulhajyo

“Hye Hwa, aku harus pergi” kata – kata dingin itu kembali muncul dari mulut manisnya, ia pun melepaskan genggaman tanganku dan beranjak pergi. Tersenyum manis padanya, hanya itu yang dapat kulakukan sekarang. Aku tak sanggup mengatakan apapun lagi setelah perlakuannya itu.

Mworago malhalji, eoddeoke butjapeulji nado moreugetjjana

Eoddeoke nan eoddeoke hajyo

Hari demi hari kulewati dengan kesendirian menanti saat nyawaku terlepas dari ragaku. Kulihat embun yang ada di jendela, sama seperti embun yang muncul dari sudut mataku.

yurichangedo nae nun wiedo

Iseul maetchyeone nunmul maetchyeone jageun naetmuleul mandeun

Setiap saat aku menutup mata, air mata selalu menetes dari sudut mataku dan rasa kekhawatiran jika itu adalah air mata terakhirku selalu menghantui. Namun pada akhirnya meskipun berat, air mata terakhir itu pasti akan jatuh.

Nun gameumyeon heulleo naerilggabwa haneureul ollyeobwado

Gyeolgugen mugeowojin nunmul han bangureul deulkyeobeorigo maratji

Eoddeoke dasin neol bol su eopseumyeon nan eoddeoke

Setiap pagi aku selalu berharap ada telepon ataupun pesan dari Eunhyuk Oppa. Andaikan ia mau meluangkan waktunya, aku pasti akan memberikan senyuman manis terakhirku dan kesan terbaik diakhir hidupku. Namun jika Eunhyuk Oppa tak bisa mengorbankan waktunya untukku maka akulah yang harus meluangkan waktuku, karena itulah aku selalu berusaha menyempatkan diri untuk datang ke tempat Super Junior perform dan memberikan senyuman termanisku dengan harapan Eunhyuk Oppa melihat senyuman terakhirku untuknya walaupun aku tahu itu akan memperburuk keadaanku, kulakukan itu hanya untuk memberikan kesan terakhir yang baik untukmu, Eunhyuk Oppa.

Naeil achim nado moreuge jeonhwagie soni daheumyeon geureomyeon naneun eoddeoke

Useumyeo neoege joeun moseup namgigo sipeo neoreul bwatjiman

Sampai saat itu tiba, saat dimana nyawaku akan terpisah dengan ragaku. Walaupun kau tak ada disampingku saat ini tapi kau selalu ada di hatiku, Eunhyuk Oppa. Mianhae, karena aku selalu gagal menahan air mataku yang jatuh setiap saat kau ada dihadapanku. Saranghaeyo, Eunhyuk Oppa . . .

Gyeolgugen heulleo naeryeotji

THE END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s