I’m Like Trash

Title                :           I’m Like Trash #1

Author            :           Aoey Kiyumi (UminUyun)

Cast                 :           Kim Tae Ri (OC)

                                    Lee Hye Na (OC)

                                    Cho Kyuhyun (Super Junior)

Genre              :           Romance

 

Tae Ri POV

Sampah yang terlihat tak berguna belum tentu benar – benar tak berguna. Di saat kau membuangku seperti sebuah sampah yang tak berarti, seorang malaikat mengangkatku kembali lalu merubahku menjadi sebuah permata yang tak ternilai harganya.

***

“Hye Na-ya! Aku sudah mengatur pertemuanmu dengan Kyuhyun nanti sore!” seruku pada seorang yeoja bernama Lee Hye Na yang tengah duduk termenung di sebuah bangku. Kedua mata Hye Na yang awalnya menyiratkan kekhawatiran kini terlihat berbinar saat mendengar seruanku.

“jinjja? Eodiga?” tanya Hye Na dengan antusias. Dia memang selalu seperti ini jika sedang membahas seorang Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun adalah namja idaman Hye Na sejak ia duduk di bangku SMP dan sebagai sahabat dekatnya, aku, Kim Tae Ri ingin membantu sahabat baikku ini menggapai cintanya.

“seperti permintaanmu. Di Namsan Tower jam 4 sore” jawabku tak kalah riangnya dengan Hye Na karena telah berhasil membujuk seorang Cho Kyuhyun yang terkenal sangat dingin terhadap siapapun.

“kya! Kau memang hebat, Kim Tae Ri!” pekik Hye Na saking senangnya lalu memelukku erat. Fiuh~ satu rencana berhasil kuselesaikan. Pekerjaan sebagai biro jodoh cukup menguras tenaga rupanya. Tapi rasa lelah itu seketika lenyap saat aku melihat tawa bahagia dari sahabatku satu ini.

***

Namsan Tower, 15:49 KST

“aish.. sebentar lagi dia datang. Eotteohke?” racau Hye Na tak karuan. Dapat terlihat jelas raut wajah tidak tenang dari Hye Na. Sejak tadi gerakan jari – jarinya sama sekali tak berhenti menandakan ia sedang gugup.

Segera kugenggam tangannya yang mulai terasa dingin itu. “tenanglah.. jika kau terus seperti ini acaranya tak akan berjalan dengan lancar” himbauku. Hye Na terlihat menarik nafas dalam – dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.

“itu dia datang! Aku pergi dulu, ne” ujarku seraya menunjuk seorang namja yang tengah sibuk mencari sosok Hye Na, tentu saja namja itu adalah Kyuhyun. Aku bergegas meninggalkan Hye Na yang terlihat sudah lebih siap bertemu dengan Kyuhyun. “good luck!” bisikku untuk terakhir kalinya sebelum aku meninggalkan Hye Na sendiri di tempatnya.

Kutempatkan diriku di balik tembok yang cukup untuk menutupi tubuhku. Aku tidak akan pulang. Aku harus mengawasi mereka terutama Kyuhyun. Memastikan jika ia benar – benar menepati janjinya.

~flashback~

“Kyuhyun-ssi!” panggilku dengan sekuat tenaga saat Kyuhyun mulai menjauh dariku -lagi. Entah sudah keberapa kalinya aku mengajak namja dinging itu berbicara tapi tetap saja, dia hanya menatapku dingin dan berlalu pergi.

“sebenarnya apa tujuanmu sejak tadi mengikutiku?” tanyanya dengan sedikit penekanan. Sepertinya ia mulai frustasi karena terus menerus kuhantui. Bagus.

“aku..” kataku tergantung. Isi otakku serasa terpencar entah kemana saat melihat tatapan dinginnya. Aigoo~ apa yang terjadi pada diriku? Dengan susah payah kukumpulkan kembali seluruh isi otakku yang sempat terpencar. “ehem.. bisakah kau datang ke Namsan Tower jam empat sore nanti?”

Kyuhyun terlihat terkejut mendengar pertanyaanku yang kuakui cukup berani itu. Entah apa yang akan ia pikirkan tentangku, aku tidak peduli karena saat ini bukanlah saatnya mengkhawatirkan diriku. “kau mengajakku berkencan?” tanyanya.

Pertanyaan singkat itu sukses membuatku tersedak air ludahku sendiri. “uhuk.. uhuk.. aniya! Bukan aku tapi sahabatku. Kau mau kan?” tanyaku lagi. Kali ini aku agak memaksa karena melihat raut wajah Kyuhyun yang seketika berubah menjadi lebih dingin -lagi.

“konyol!” balas Kyuhyun singkat lalu meninggalkan begitu saja. Aish.. namja ini benar – benar menguji kesabaranku rupanya.

“yak?! Cukup! Aku sudah lelah!” gertakku frustasi. Tak kusangka gertakan itu berhasil membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. “baiklah, aku akan melakukan apapun asal kau mau menemui sahabatku nanti sore!” tawarku dengan penuh emosi. Otakku sudah tak dapat berpikir jernih. Hanya itu jalan  satu – satunya. Jika ia tetap menolak, baiklah, aku menyerah!

“jinjja? Bagaimana jika aku memintamu tidur bersamaku malam ini?” tanyanya dengan santai. Aish.. namja ini benar – benar membuatku frustasi! Permintaan macam apa itu?! Aigoo~ Lee Hye Na, bagaimana bisa kau jatuh hati pada namja seperti ini??

“bagaimana? Apa kau mau?” tanyanya lagi dengan wajah yang begitu dekat denganku. Sial! Aku sangat terpojok saat ini. Siapapun tolong aku!

Kyuhyun memandangiku dari ujung kaki hingga ujung kepala. Pandangannya berhenti tepat di depan kedua bola mataku. Kyuhyun menatapku dengan tatapan menggoda. Sial! Apa yang sedang ia pikirkan? Jangan bilang jika itu pikiran kotor!

“tubuhmu cukup memenuhi kriteria” ujarnya singkat. Ternyata benar. Dasar nappeun namja. Segera kuinjak keras ujung kakinya. Terdengar suara rintihan dari mulutnya. Rasakan!

“aish.. kau ini tukang palak ya?!” gertak Kyuhyun yang masih sibuk memegangi ujung kakinya.

“kau sudah keterlaluan, Kyuhyun-ssi. Jika kau memang tidak ingin membantuku lebih baik tolak saja mentah – mentah! Jangan perlakukanku seperti yeoja murahan!” bentakku tanpa mempedulikan lawan bicaraku yang sudah menatapku heran. Aish.. kenapa dia menatapku seperti itu? Apa dia pikir ini lelucon?!

“jadi, kau meminta bantuanku?” tanyanya santai. Ya Tuhan.. rasanya ingin sekali aku memenggal kepalanya itu. “aku mau membantumu. Asalkan kau juga mau berkencan denganku” tawarnya dengan wajah datar. Tapi apa dia bilang? Berkencan dengannya? Sebenarnya aku sangat ingin menolaknya tapi mau bagaimana lagi. Ini kesempatan terakhirku. Lagipula ini tidak terlalu buruk jika dibandingkan tidur bersamanya.

“mm.. apa tidak ada ide lain?” tanyaku dengan sangat hati – hati. Walaupun aku setuju tapi tidak ada salahnya kan jika bertanya lagi?

“baiklah. Jika tidak mau” balasnya dan bersiap meninggalkanku.

“arra, arra. Aku mau” rajukku seraya menahannya pergi. Aish.. namja ini benar – benar menyusahkan. “tapi.. bisakah aku meminta satu permintaan lagi? Bisakah kau menciumnya lalu menjadikannya yeojachingumu?” pintaku lagi. Aku tahu ini terlalu frontal. Tapi bagaimana lagi, berbicara empat mata dengan namja seperti Cho Kyuhyun adalah kesempatan langka jadi harus segera kuselesaikannya.

“ternyata kau ini benar – benar tukang palak” sindir Kyuhyun. “kalau begitu kau juga harus menciumku” lanjutnya dengan evil smirk andalannya.

“yak?! Kenapa kau selalu mengulang permintaanku??” balasku frustasi. Namja satu ini memang sangat langka. Kenapa ia selalu berhasil membuatku tersentak kaget di setiap perkataannya?

“jadi kau tidak mau? baiklah” ujarnya lagi. Akh! Namja ini sudah membuatku benar – benar naik pitam. Apa yang harus kulakukan saat ini? Apa aku harus mengecewakan Hye Na? Aku tidak mungkin mengiyakan tawarannya yang terdengar konyol itu.

“kau.. benar – benar menggodaku” ucap Kyuhyun singkat lalu menempatkan bibirnya tepat di depan bibirku. Bibir kami bersentuhan! Tidak! Ciuman pertamaku! Aish.. kenapa seperti ini??

Segera kudorong tubuh Kyuhyun dengan sekuat tenaga yang kupunya. Kyuhyun hampir terjatuh karena doronganku yang cukup kuat. Hebat juga diriku. Kuusap bibirku kasar menghilangkan bekas bibir Kyuhyun yang masih samar – samar kurasakan.

“anggap itu uang muka dari bayaranku. Selebihnya kau bayar saat kita berkencan nanti” kata Kyuhyun dengan senyum kemenangan di wajahnya lalu pergi begitu saja dari hadapanku. Dasar nappeun namja! Apa maksud perkataannya tadi?! Sial! Kenapa aku harus berurusan dengan namja gila seperti Cho Kyuhyun?!

~flashback end~

Dapat kurasakan tubuhku bergidik ngeri mengingat kejadian tadi siang saat membujuk Kyuhyun untuk menemui Hye Na. Aish.. ciuman pertamaku lenyap sudah. Dan yang lebih buruk lagi adalah kenapa yang merenggut ciuman pertamaku orang seperti Cho Kyuhyun?! Mungkin itu adalah suatu keberuntungan untuk Hye Na sedangkan untukku?? Aish.. itu adalah bencana.

Terlepas dari semua itu dapat kulihat Hye Na dan Kyuhyun mulai berbincang – bincang bahkan mereka mulai berjalan – jalan di sekitar Namsan Tower. Terus kuawasi setiap gerak – gerik mereka dengan sembunyi – sembunyi tentunya. Hari semakin gelap, kini Hye Na dan Kyuhyun telah sampai di sebuah restauran untuk makan malam. Saat – saat yang kutunggu sejak tadi akhirnya datang. Kyuhyun mencium Hye Na. Bagus.

Perasaan lega seketika menyeruak dalam jiwaku. Fiuh~ itu berarti aku tak perlu berurusan lagi dengan seorang Cho Kyuhyun. Sekarang aku bisa pulang dengan perasaan tenang. Tugasku sudah beres dan akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak malam ini.

“hey.. mau kemana kau?” tanya seseorang seraya menarik kerah bajuku hinggi langkahku terhenti. “jangan bilang kau lupa dengan janjimu”

Segera kubalikan badanku untuk melihat siapa yang berani menahanku. Cho Kyuhyun. Aish.. namja ini. Mau apa lagi dia? Janji? Ah, ne. Aku masih ada janji dengannya. Neomu paboya! Itu berarti urusanmu bersama Kyuhyun belum selesai, Kim Tae Ri! Sial!

“aniya. Tapi apa kau akan menagihnya sekarang? Ini sudah larut. Oh, iya. Kenapa kau ada di sini? Kau tidak mengantar Hye Na pulang?” alihku.

“ani. Aku hanya ingin minta nomor ponselmu. Dan masalah Hye Na, kau tidak memintaku untuk melakukan hal itu” balas Kyuhyun panjang lebar. Tak biasanya ia bicara sebanyak itu. Mungkin karena suasana hatinya sedang baik.

“nomor ponselku?” ulangku tak percaya dengan apa yang baru saja Kyuhyun ucapkan.

“ne. Kau ini selain bodoh ternyata juga tuli ya?” sindirnya -lagi. Kenapa dia sangat suka menyindirku? Menyebalkan.

“bisakah kau tidak menyindirku?!” gerutuku diikuti dengan sebuah tatapan protes namun semua itu seakan tak ada artinya bagi Kyuhyun. Kyuhyun segera mengeluarkan ponselnya dan bersiap untuk mengetik.

“hey, kenapa kau hanya menatapku? Cepat berikan nomor ponselmu!” gertaknya saat aku hanya menatapnya heran. Bagiku namja ini terlalu ajaib untuk batasan seorang manusia.

“kenapa aku harus memberikannya? Apa kau berniat menerorku? Memang aku salah apa? Bukankah seharusnya kau senang karena aku sudah membantumu mendapa yeojachi…” protesku panjang lebar namun terputus karena Kyuhyun mendorongku ke tembok lalu menahan pundakku dengan kedua tangannya. Apa lagi yang akan namja ini lakukan? Kenapa di sini sangat sepi? Siapapun tolong aku dari namja mesum ini!

“cepat berikan atau kejadian tadi siang akan terluang lagi” ancamnya dengan tatapan tajam lurus ke dalam manik mataku. Sekali lagi aku dibuat terpojok oleh setan satu ini. Segera kusebutkan nomor ponselku sebelum ia membungkam mulutku dengan bibirnya. Aku tidak ingin kejadian buruk tadi siang menimpaku untuk kedua kalinya.

Terlihat sebuah senyum kemenangan saat Kyuhyun berhasil mendapat apa yang ia mau. Cih, senyum macam apa itu? Sangat menjijikan. “mau kuantar pulang?” tawarnya dengan ramah. Apa dia pemain drama? Kenapa wajah evilnya dapat berubah seperti malaikat hanya dalam hitungan detik?

“shireo! Lebih baik aku pulang dengan bis malam daripada pulang bersama namja setan sepertimu” sindirku. Namun bukan tatapan kesal yang kudapatkan dari Kyuhyun melainkan sebuah gelak tawa yang cukup kencang. Apa itu lucu??

“arrayo. Kalau begitu aku pulang, ne. Berhati – hatilah di jalan. Semoga kau tidak bertemu setan yang sebenarnya di bis nanti. Hahaha” ujar Kyuhyun dengan santainya dan mulai meninggalkanku. Apa maksud dari perkataannya? Setan yang sebenarnya? Apa maksudnya adalah hantu? Aish.. aku sangat takut dengan hantu. Eotteohke? Bagaimana jika perkataan Kyuhyun itu benar??

“yak?! Aku mau pulang bersamamu!” teriakku pada Kyuhyun yang sudah mulai menjauh dari tempatku. Aish.. apa yang baru saja kukatakan??

Langkah Kyuhyun seketika terhenti lalu berbalik ke arahku. Sial! Kenapa ia harus mendengarnya?! Kim Tae Ri neomu baboya! Aku hanya dapat mengumpat dalam hati saat Kyuhyun mulai menggandengku ke arah mobilnya terpakir. Kyuhyun membukakan pintu mobilnya untukku dan menyuruhku masuk.

“ternyata kau takut hantu? Dasar gadis bodoh. Masih saja percaya pada hal khayal seperti itu” sindir Kyuhyun saat ia mulai melajukan mobilnya dengan cukup kencang. Aku hanya dapat menunduk membayangkan betapa cerobohnya diriku. Terdengar sebuah cekikikan dari arah Kyuhyun. Aish.. lagi – lagi dia menertawakanku.

Rasa kantuk kian menguasaiku. Kulihat jam tangan yang sejak tadi melingkar indah di pergelangan tanganku. Kedua jarum jam itu menunjukan pukul 11.56. Jelas saja mataku seakan tak bisa terbuka. Suara cekikan Kyuhyun semakin samar terdengar dan akhirnya semua menjadi gelap.

***

Kurasakan secercah sinar matahari menyapu sebagian wajahku memberi kesan silau di sebelah mataku. Dengan perlahan kubuka mataku mencoba beradaptasi dengan keadaan sekitar. Dimana ini? Kenapa ruangan ini terlihat begitu asing bagiku? Kududukan diriku di kasur tempatku bermalam. Mataku membelalak lebar saat mendapati Kyuhyun keluar dari sebuah ruang dengan berlapiskan selembar handuk yang ia lilitkan di bagian bawah tubuhnya. Ya Tuhan.. sebenarnya sedang dimana diriku ini? Dan apa yang terjadi? Bagaiman bisa aku ada di tempat ini?

“kau sudah bangun? Sepertinya kau sangat lelah setelah permainan kemarin”  ujar Kyuhyun dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Kya~! Apa maksudnya dengan ‘permainan’?? Segera kubuka selimut yang menutupi tubuhku untuk mengecek apakah bajuku masih lengkap menempel pada tubuhku. Fiuh~ ternyata semua masih lengkap kecuali jaketku yang sudah tergantung rapi di sebuah kursi.

“hahaha… dasar yeoja pabo! Kau pikir apa yang bisa kulakukan pada yeoja pabo sepertimu? Bisa – bisanya kau tertidur sebelum memberitahu dimana rumahmu. Jadi jangan salahkan aku jika sekarang kau ada di kamarku” sindir Kyuhyun -lagi. Ck, namja setan itu kembali menertawakanku. Kenapa aku selalu terlihat bodoh di hadapannya? Aku yakin pipiku saat ini sudah memerah karena menahan malu.

Aku hanya dapat mematung mendengar pernyataan Kyuhyun. Aish.. kali ini kuakui memang aku yang pabo. Kyuhyun mendekat ke arahku lalu mengambil posisi duduk tepat di sampingku. “daripada kau terus merutuki kebodohanmu yang melampaui batas itu. Lebih baik sekarang kau mandi lalu buatkan aku sarapan” ujar Kyuhyun dengan tatapan yang begitu lembut seraya mengelus puncak kepalaku tak kalah lembut dari tatapannya. Apa yang ia lakukan? Ini sangat menjijikan. Tapi kenapa tubuhku terasa membeku melihat tatapannya? Sadarlah, Kim Tae Ri!!

“sekarang kau malah mengagumi ketampananku. Apa kau ingin kumandikan, yeobo?” tanyanya dengan nada menggoda. Kya~! dia memanggilku apa? Yeobo?! Namja ini sama sekali tak dapat di toleransi. Segera kudorong tubuhnya yang semakin mendekat ke arahku. Namun sialnya aku, Kyuhyun malah menarik tanganku kuat hingga berhasil membuatku terjatuh tepat di atas tubuhnya. Sekali lagi sebuah senyum kemenangan terlukis jelas pada wajah putih Kyuhyun.

“kau ini ternyata agresif juga, yeobo” godanya lagi. Kurang ajar! Segera kubangkitkan tubuhku lalu membekap namja menjijikan ini dengan bantal. Biar saja dia mati. Manusia sepertinya memang tak seharusnya ada di dunia ini. “yak?! Kau mau membunuhku?” pekik Kyuhyun seraya membuang bantal yang membekapnya jauh – jauh.

“ne. Namja sepertimu memang pantas untuk dibunuh!” bentakku pada Kyuhyun yang kini sudah berdiri tegap di hadapanku.

Kyuhyun menarikku hingga berdiri di hadapanya lalu mendorongku ke tembok sama seperti yang ia lakukan kemarin malam. “namja seperti apa maksudmu?” tanyanya dengan diikuti tatapan seduktif. Jari jemarinya mulai sibuk meraba setiap lekuk wajahku hingga ke bagian leher. Gerakannya berhenti tepat di ujung kerah baju yang kukenakan. Dengan sekali gerakan cepat ditariknya kerah bajuku hingga jarak diantara kami semakin menipis. Kya~! Apa lagi yang akan dilakukan namja mesum satu ini??

TBC . . .

===========================

Thanks for reading and don’t forget to comment ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s