Innocent Bride

Gambar

Title                :           Innocent Bride

Author            :           Aoey Kiyumi (UminUyun)

Cast                 :         Lee Jae Na (OC)

Choi Siwon (Super Junior)

Genre              :           Romance

Author POV

“mwoya? shireo!” pekik seorang yeoja saat mendengar pemintaan kedua orang tuanya. Permintaan yang terdengar sangat konyol di telinga yeoja bernama Jae Na itu hampir membuatnya gila. Permintaan kedua orang tua Jae Na memang kurang masuk akal. Permintaan kedua orang tua Jae Na adalah Jae Na harus menikahi seorang namja berusia 5 tahun lebih tua darinya untuk membayar hutang kedua orang tuanya.

“tapi ini demi menyelematkan perusahaan appamu” bujuk eomma Jae Na untuk yang kesekian kalinya. Kali ini Jae Na mulai melunak. Ia mulai membayangkan bagaimana keadaan keluarganya jika perusahaan appanya itu hancur.

“tapi aku sama sekali tidak mencintainya, eomma. Mengenalnya saja tidak” bantah Jae Na lagi. Walaupun ia mulai kasihan dengan appanya namun tetap saja hati kecilnya menolak pernikahan sepihak itu.

“terserahlah! Yang pasti minggu depan kau harus tetap menikah dengannya!” perintah eomma Jae Na untuk terakhir kalinya sebelum meninggalkan anak tunggalnya yang saat ini hanya bisa melongo mendengar perintah konyol eommanya itu.

“minggu depan??”

***

Hari pernikahan Jae Na pun akhirnya datang. Jae Na sudah memasuki ruang rias dan dirias sejak tadi pagi. Jae Na tampil begitu cantik dengan gaun pengantin berwarna putih berhias renda indah di sana – sini. Namun di balik penampilan cantiknya itu terdapat sebuah rencana licik untuk melarikan diri dari pernikahan sepihaknya.

Jae Na melangkah mendekati jendela yang ada di ruangan itu saat ia sudah benar – benar sendiri. Jae Na membuka jendela itu lebar – lebar lalu mulai memanjat jendela itu untuk keluar dari ruangan yang sedang ia tempati saat ini. Berhasil. Jae Na berhasil keluar dari ruangan itu dan mulai merambat menyusuri pinggiran rumah yang menjadi tempat penikahannya. Namun entah mengapa tiba – tiba kedua tangan Jae Na terasa sangat kaku dan sulit untuk digerakan. Kejadian yang tak diharapkanpun terjadi. Jae Na terjatuh.

“dasar..” kata seorang namja yang berhasil menangkap Jae Na hingga Jae Na terselamatkan dari maut yang mengincarnya. Jae Na membuka matanya perlahan. “ternyata calon pengantinku ini sulit dikendalikan ya” lanjut namja itu yang ternyata adalah calon pengantin Jae Na yaitu Choi Siwon.

“kau?!” pekik Jae Na saat mengetahui yang menyelamatkannya adalah calon suami yang tidak ia inginkan. “jangan sentuh aku!” tambah Jae Na yang masih terkejut dengan posisinya saat ini. Berada di pelukan seorang namja yang sama sekali tidak ia harapkan kehadirannya.

“mau aku lepas?” tawar namja itu karena tahu Jae Na tak akan mengiyakan tawarannya sebab mereka kini sedang bergelantungan di tangga yang digantungkan pada sebuah helikopter. ‘aish.. tinggi sekali. Aku bisa mati’ pikir Jae Na.

“ani.. jangan lepaskan aku!” tolak Jae Na cepat saat melihat ke bawah. Sangat tinggi. Mau tidak mau Jae Na harus tetap berada di pelukan namja yang akan menjadi suaminya itu. Jae Na menatap calon suaminya. Cukup tampan. Ani. Bahkan dia sangat tampan. Sama sekali tidak terlihat jika dia 5 tahun lebih tua dari Jae Na.

***

Jae Na POV

Fiuhh.. Hari ini sangat melelahkan. Pernikahan itu ternyata sangat menguras tenaga. Apalagi untuk anak berusia 17 tahun sepertiku. Konyol memang jika anak berumur 17 tahun sepertiku sudah menjalani apa yang disebut dengan pernikahan. Ya, walaupun suami yang tak kuharapkan itu cukup tampan bahkan sangat tampan tapi tetap saja aku sama sekali tidak mencintainya, melihatnya saja baru tadi pagi saat ia menyelematkanku.

CKLEKK

Di tengah lamunanku tiba – tiba seseorang memasuki kamar yang kutempati untuk tidur di rumah namja yang saat ini sudah sah menjadi suamiku. “saatnya tidur” kata seseorang yang memasuki kamarku tanpa izin itu yang ternyata adalah Choi Siwon, suami sahku.

Apa maksudnya ‘saatnya tidur’? Apa.. apa maksudnya adalah malam pertama? Andwe! Tidak boleh secepat ini. Aku masih SMA. “aku akan tidur di luar” alihku seraya membawa bantal dan bergegas menuju pintu.

“eodigayo?” cegah Siwon dengan diikuti sebuah gengeman di tangan kiriku. Aish.. apa – apaan namja ini? Apa dia tidak punya otak? Aku ini masih duduk di bangku SMA.

“yak?! Jangan pikir kau bisa tidur bersamaku! Aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini!” bentakku seraya melepas genggamannya dari tanganku.

“aku juga tidak menginginkan pernikahan ini. Aku hanya menginginkan hatimu” balas Siwon dengan tatapan yang sulit kuartikan. Tapi, apa dia bilang? Menginginkan hatiku? Aish.. kenapa tubuhku seketika terasa kaku saat mendengar perkataannya? “aku akan tidur di kamar sebelah” lanjut Siwon sebelum benar – benar meninggalkanku yang masih mematung karena perkataannya.

***

“mwoya? Pindah sekolah? Kenapa sangat mendadak? Aku belum sempat berpamitan dengan teman – temanku. Ide konyol siapa ini?” omelku saat salah satu pelayan di rumah yang terkesan seperti istana ini menyuruhku memakai seragam baru karena mulai hari ini aku akan bersekolah di sekolah yang berbeda.

“ini perintah tuan muda” jawab pelayan itu dengan suara pelan. Mungkin dia takut denganku yang sejak kemarin mengomel – omel karena kelakuan namja aneh bernama Siwon itu. Aish.. namja itu memang berniat membuatku gila rupanya. Kulangkahkan kakiku dengan gusar menuju jendela dan mulai berteriak tidak jelas pada Siwon yang hendak berangkat ke kantor. “aish.. dasar nappeun namja!! Sebenarnya apa maumu?! Cepat kemari! Akan kuhajar kau!!”

“tenanglah, nyonya muda” bujuk seorang pelayan sambil menahanku yang hampir saja melompat keluar jendela. Aish.. baiklah aku menyerah. Kali ini kau menang Choi Siwon tapi tak akan terulang untuk kedua kalinya.

Kumasuki sebuah sekolah yang terbilang sangat megah itu. Dapat kupstikan sekolah ini adalah sekolah mahal. Aku merasa sedikit tak percaya diri berada di sini. Ini bukanlah tempatku. Semua siswa di sini adalah anak pengusaha terkenal yang tentu saja sangat elite. Kulangkahkan kakiku dengan sedikit canggung menuju kelasku. Aish.. terkutuklah kau Choi Siwon. Rasanya semakin tak sudi aku memanggilmu dengan embel – embel ‘oppa’.

“annyeong. Kau pasti Choi Jae Na” ujar salah seorang siswa  padaku. Tapi, apa dia bilang? Choi Jae Na?? Sejak kapan marga berganti menjadi Choi? Aish.. tentu saja sejak kemarin. Kenapa aku bisa lupa?! Tunggu.. darimana dia tahu jika aku menikah dengan Siwon?

“mm.. darimana kau tahu?” tanyaku penasaran.

“tidak hanya aku. Aku rasa semua orang sudah tau” kata yeoja itu seraya meletakan sebuah koran di hadapanku. Kubaca koran itu seklias. Walaupun hanya sekilas namun aku sudah menemukan apa yang yeoja itu ingin tunjukan padaku. Berita yang di cetak paling besar.

‘Heboh di Acara Pernikahan’ begitulah judul berita yang memuat pernikahanku dengan Siwon. Aish.. berita macam apa ini? Aku semakin terlihat kikuk di hadapan yeoja – yeoja kelas tinggi ini.

“Siwon Oppa adalah pewaris tunggal perusahaan appanya yang cukup berpengaruh bagi perekonomian Korea. Dia juga mendirikan perusahaan sendiri. Itulah sebabnya dia mempunyai banyak musuh. Karena itu kau harus berhati – hati Jae Na-ya” jelas yeoja itu panjang lebar. Musuh? Choi Siwon punya banyak musuh? Karena itu aku harus berhati – hati?

“tapi tenang. Sekolah ini dijaga oleh pengawal kelas satu” sahut seorang yeoja yang duduk tak jauh dariku. Jadi ini tujuan Siwon memindahkanku ke sekolah ini. Dia ingin melindungiku? Kejadian tadi pagi kembali berputar dalam benakku. Aku sudah keterlaluan. Aku harus melakukan sesuatu sebagai tanda permintaan maaf padanya.

***

Author POV

“suara berisik apa itu?” tanya Siwon pada semua pelayannya saat mendengar suara riuh dari arah dapurnya.

“nyonya muda ingin membuat makan malam” jawab salah seorang pelayan. Siwon segera melangkah ke arah dapur untuk mengecek apa yang dilakukan istrinya kali ini.

“nyonya muda itu belum matang!” salah seorang koki milik Siwon berusaha mengingatkan Jae Na yang sedang sibuk dengan masakannya. “nyonya muda, masakannya gosong!” seru pelayan yang membantu Jae Na. “nyonya muda…” satu demi satu seruan terus terdengar hingga Jae Na berhasil menyelesaikan masakannya. Walaupun terlihat sangat buruk namun Jae Na sudah bersyukur karena sudah berhasil menyelesaikan masakannya. Namun ia agak ragu apa Siwon mau memakan makanan yang tidak terlihat seperti makanan itu?

“aku akan memakannya” kata Siwon seraya menempatkan dirinya pada meja makan dimana masakan buatan Jae Na disajikan. Jae Na sedikit terkejut melihat respon Siwon yang tidak seberuk yang ia pikirkan.

Siwon mulai mengambil masakan bikinan Jae Na. “sepertinya mulai sekerang aku harus mempertimbangkan pernikahan ini” ucap Jae Na lirih. Ia mulai berpikir jika pernikahannya dengan Siwon tak seburuk awalnya.

“mempertimbangkan apa?” tanya Siwon saat mendengar ucapan Jae Na yang terdengar samar olehnya.

“ah, ani. Oh, iya. Soal tadi pagi.. mm.. aku minta maaf. Aku tahu jika tujuanmu memindahkanku itu sebenarnya baik” ujar Jae Na dengan sedikit terbata. Siwon terlihat sedikit terkejut mendengar perkataan Jae Na.

“jadi, kau sudah tahu? Itu tak perlu kau pikirkan” balas Siwon sambil meletakan sumpitnya. Ia rasa saat ini bukanlah saat yang tepat untuk makan. “seharusnya aku yang meminta maaf karena telah membuatmu berada di posisi seperti ini” lanjut Siwon dengan menatap lurus ke arah Jae Na.

“eh?” Jae Na terlihat sedikit bingung dengan ucapan Siwon. Tapi menurutnya ada benarnya juga perkataan Siwon. Siwonlah yang membuatnya berada di posisi ini. “aku benar – benar repot”

“sekali lagi aku minta maaf” Siwon meminta maaf untuk kedua kalinya. “besok akan ada pesta ulang tahun perusahaan yang ke-100. Kau mau ikut?” tanya Siwon berusaha mengalihkan pembicaraan.

“pesta?” ulang Jae Na. Ia sama sekali tidak tahu harus menjawab apa. Tempat itu bukanlah tempat yang cocok untuk yeoja sederhana sepertinya. “itu bukan tempatku” ujar Jae Na lirih namun masih dapat terdengar jelas di telinga Siwon.

“kau ada di sampingku saja sudah cukup” balas Siwon dengan tatapan menerawang ke arah Jae Na. Perkataan Siwon membuat Jae Na terhenyak dan berpikir akan perasaan Siwon terhadapnya. “pikirkanlah lagi” kata Siwon yang mulai beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi.

Jae Na terlihat berpikir sejenak lalu memanggil pelayan. “ya, nyonya muda?” balas pelayan yang berada di dekat Jae Na. Jae Na memberi isyarat pada pelayan itu untuk mendekat. “baju seperti apa yang harus kugunakan untuk ke pesta?” bisik Jae Na pada pelayan itu.

***

“aish.. aku malu menggunakan gaun ini” ujar Jae Na sambil menutupi bagian dadanya yang sedikit terbuka.

“sudahlah, nyonya muda. Nyonya muda terlihat manis. Lagipula tuan muda sudah tidak sabar menunggu” jelas pelayan yang sejak tadi membantu Jae Na untuk berdandan. Dengan keberanian yang sudah Jae Na kumpulkan sejak lama, Jae Na pun keluar dari kamarnya dan segera menuju tempat diadakannya pesta.

Terdengar beberapa pembicaraan tentang Jae Na di antara banyaknya tamu yang datang “aish.. bagaimana bisa namja yang nyaris sempurna seperti Choi Siwon menikahi yeoja kasar seperti itu” bisik salah satu tamu yang ada di pesta itu. “apa yeoja itu akan datang?” sahut salah seorang tamu lagi. “tidak mungkin. Itu bisa merusak image keluarga Choi” balas tamu yang lain.

Jae Na yang mendengar pembicaraan buruk tentangnya hanya dapat mengumpat dalam hati. “aish.. aku tidak pernah memintanya menikahiku!” umpatnya dalam hati lalu segera pergi meninggalkan kerumunan penggosip itu untuk menemui suaminya, Choi Siwon.

“maaf lama” ujar Jae Na saat berhasil mendekat ke arah Siwon. Siwon menatap Jae Na sejenak lalu memalingkan wajahnya. “yak?! kenapa? apa aku terlihat aneh?” tanya Jae Na sambil terus memperhatikan penampilannya.

“mm.. ani. Kau.. terlihat sangat cantik. Gaun itu sangat cocok untukmu” jawab Siwon sambil menggaruk lehernya yang sebenarnya tidak gatal. Siwon terlihat kikuk di depan Jae Na dan tamu yang tadinya sedang mengobrol dengannya.

“wah, wah.. benar – benar pemandangan indah” sahut tamu yang tadi mengobrol dengan Siwon. Pipi Jae Na seketika menyemburatkan warna kemerahan. “rupanya sang direktur menjadi linglung setelah menikahi gadis sexy ini. Saya jadi khawatir akan nasib perusahaan nantinya” lanjut tamu itu. Entah mengapa Jae Na merasa tersindir oleh perkataan tamu itu. Wajahnya seketika berubah menjadi merah padam menandakan ia sedang marah.

“Jae Na-ya, jangan kau dengarkan perkataannya. Sebaiknya kau istirahat saja di sana” perintah Siwon sambil menunjuk ke arah balkon yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Ia takut Jae Na akan melakukan hal nekat lagi saat ia sedang kesal. Dengan langkah sedikit menghentak karena kesal Jae Na mengikuti perintah Siwon.

“dasar.. apa – apaan mereka itu” gumam Jae Na tak jelas meluapkan kekesalannya pada semua orang yang sombong karena jabatan yang mereka miliki. Semua orang yang bicara seenaknya tanpa melihat fakta aslinya. Jae Na benar – benar dibuat naik pitam oleh beberapa tamu yang sedang bersenang – senang di dalam sana.

“sudah kubilang jangan dipikirkan. Mereka hanya gusar karena perusahaannya sedang goyah” suara Siwon tiba – tiba membangunkan Jae Na dari lamunannya tentang orang – orang kaya yang tidak tahu sopan santun itu.

“tapi tetap saja. Tidak seharusnya mereka berkata seperti itu!” Jae Na berusaha membela dirinya sendiri. Sebuah senyuman simpul tersungging indah di bibir Siwon saat mendengar pembelaan Jae Na.

“kau sama sekali tak berubah. Tetap seperti waktu itu” ucap Siwon dengan pandangan menerawang ke arah hamparan gedung – gedung megah yang terlihat indah dari balkon tempatnya berdiri saat ini.

“waktu itu?” ulang Jae Na tak mengerti.

“ne. Waktu aku ikut ayahku mengunjungi perusahaan ayahmu” jawab Siwon seraya menatap Jae Na dengan senyuman manis yang terukir indah di bibirnya dan mulai menceritakan kenangan masa lalunya bersama Jae Na.

~flashback~

“kau akan mewarisi perusahaan appa kelak. Jadi perhatikan baik – baik” himbau appa Siwon saat berkunjung ke perusahaan milik appa Jae Na. Siwon hanya mengangguk mengiyakan himbauan appanya.

BRUK

Tanpa sengaja Siwon menabrak seorang karayawan yang ada di sana. Karyawan itu segera meminta maaf pada Siwon sedangkan Siwon hanya berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Namun saat ia hendak berlalu pergi, sebuah teriakan menghentikannya. “hei, kau! Mana boleh kau pergi begitu saja setelah menabrak seseorang?! Kau harus meminta maaf!” hardik seorang yeoja berumur 10 tahun pada Siwon. Siwon hanya dapat mematung di tempatnya mendengar perkataan yeoja kecil itu yang tidak lain adalah Jae Na.

“hei, kau sedang bicara pada tuan muda” himbau salah seorang pengawal Siwon. Jae Na sama sekali tak menghiraukan pengawal Siwon itu. Bahkan ia semakin menjadi memojokan Siwon. “hanya karena punya ayah hebat, kau pikir kau bisa seenaknya seperti itu?!” seru Jae Na lagi. Siwon hanya terdiam memikirkan perkataan yeoja kecil itu.

~flashback end~

“aku.. saat masih kecil sudah bicara seperti itu? Aku tidak ingat” sahut Jae Na saat ia rasa Siwon telah menyelesaikan ceritanya.

“ne. Tapi perkataanmu itu benar. Karena orang – orang di sekitarku menghormatiku, aku jadi merasa hebat” balas Siwon tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan kota Seoul pada malam hari. “sejak saat itu aku belajar mati – matian dan akhirnya mendirikan perusahaan sendiri. Selama ini…” Siwon menggantungkan perkataannya. Jae Na menatap Siwon penasaran menantikan kelanjutan kalimat Siwon. “aku berharap bisa bertemu lagi denganmu” lanjut Siwon. Kali ini tatapannya hanya terkonsentrasi pada Jae Na yang sedang menatapnya dengan tatapan tak percaya.

“saat tahu perusahaan keluargamu akan jatuh.. aku ingin menolong. Tapi sebenarnya…” Siwon kembali menggantungkan perkataannya. Siwon semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Jae Na lalu mengangkat dagu Jae Na agar Jae Na menatap lurus ke dalam matanya. Siwon menatap yeojanya dalam – dalam. “aku hanya ingin memilikimu walaupun harus dengan cara paksa seperti ini” lanjut Siwon dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Tubuh Jae Na terasa membeku melihat tatapan Siwon.

“saranghaeyo, Choi Jae Na” kata Siwon lagi dengan embel – embel marganya di depan nama Jae Na. Jae Na semakin dibuat membeku karena perkataan Siwon. Otaknya terasa tidak dapat berjalan dengan sempurna. Siwon telah berhasil membiusnya.

“mau minum?” tawar seorang pelayan di tengah suasana hening antara Jae Na dan Siwon. Untuk sesaat Jae Na dapat menghela nafas lega karena berhasil lolos dari suasana yang seakan mencekiknya.

“mau.. mau..” seru Jae Na seraya menyabet segelas minuman yang di bawa pelayan itu. Jae Na menenggak minuman itu dalam sekali tegukan lalu mengambil satu lagi untuk mencairkan suasana.

“Jae Na-ya, berhenti minum! Itu anggur” cegah Siwon saat menyadari bahwa minuman yang sedang diteguk Jae Na adalah anggur. Jae Na bisa mabuk jika minum sebanyak itu.

***

Cahaya mentari pagi menerobos memasuki sebuah kamar yang tengah Jae Na dan Siwon pakai untuk bermalam, memaksa Jae Na terbangun dari tidur panjangnya. Jae Na segera mendudukan dirinya saat mentari pagi mulai menyelimuti sebagian tubuhnya. “nghh.. ternyata hanya mimpi” lenguhan Jae Na berhasil membangunkan seorang namja yang sedang tertidur pulas di sampingnya.

“nghh.. pagi, Jae Na-ya” lenguh namja itu yang tidak lain adalah suami Jae Na sendiri, Cho Siwon. Kedua mata Jae Na seketika membelalak mendapati namja bernama Choi Siwon itu sedang berbaring di sampingnya. Jae Na memperhatikan pakaiannya yang hanya menyisakan pakaian dalam. Pikiran kotor tentang apa yang telah Siwon lakukan padanya seketika memenuhi otak Jae Na.

“kyaa!! Apa yang kau lakukan padaku?!” pekikan Jae Na memenuhi seluruh ruang itu. Dengan sekali gerakan cepat Jae Na menutupi tubuhnya yang nyaris telanjang itu dengan selimut yang sudah tak beraturan.

“ani.. aku tidak melakukan apa – apa. Aku hanya melepas gaunmu karena terlihat sangat sesak” jelas Siwon berusaha menenangkan Jae Na yang masih terlihat histeris.

“benarkah? Kau tidak melakukan apa – apa pada yeoja mabuk dan pingsan?” tanya Jae Na lagi untuk memastikan dirinya tak tersentuh oleh Siwon.

“sebenarnya sempat terpikir olehku” gumam Siwon dengan suara lirih. Kembali berputar dalam ingatannya bagaimana tingkah Jae Na malam itu saat Jae Na mabuk. Sungguh.. menggemaskan pikirnya. Siwon menatap Jae Na sejenak. “kau.. terlalu manis jadi membahayakan” lanjut Siwon dengan tatapan seduktif. Jae Na terlihat semakin salah tingkah karena tatapan Siwon.

wajahnya pada Jae Na. Jarak di antara mereka semakin dekat. Detak jantung Jae Na mulai berdetak tak beraturan.

“yak?! Bukankah kau bilang tidak akan menyentuhku?!” seru Jae Na sebelum bibir Siwon benar – benar menempel. Siwon tak menghiraukan seruan Jae Na. Siwon terus mendekatkan wajah Jae Na padanya lalu mengecup kening Jae Na penuh rasa sayang. Siwon menatap Jae Na dengan tatapan teduh dan tersenyum manis ke arah Jae Na yang terlihat amat sangat bingung. ‘hanya di kening?’ pikir Jae Na.

Tok tok tok. Seseorang mengetuk pintu kamar Jae Na dan Siwon di tengah kebingungan Jae Na. “tuan.. sudah waktunya” himbau orang itu dari luar kamar. Perasaan kecewa tiba – tiba menguasai Jae Na karena tak mendapat apa yang ia inginkan. Entah mengapa ia tiba – tiba sangat menginginkan ciuman dari Siwon.

“segera ganti baju dan berangkat sekolah” perintah Siwon sebelum meninggalkan Jae Na bersama rasa kekecewaannya. Siwon segera bersiap untuk pergi ke kantor, begitu pula dengan Jae Na yang tengah bersiap ke sekolah. Siwon berangkat lebih dulu ke kantor. Jae Na menatap suaminya yang tengah berjalan ke arah mobil namun tatapannya teralihkan pada seorang namja yang berdiri di dekat pagar rumah Siwon seakan menanti sesuatu.

Namja itu terlihat tak asing lagi di mata Jae Na. Namja itu adalah tamu yang menggodanya kemarin. “itulah sebabnya dia mempunyai banyak musuh” kata – kata teman sekolah Jae Na itu tiba – tiba teringat oleh Jae Na saat melihat namja mencurigakan yang tengah terlihat mengincar Siwon. Jae Na terus memperhatikan gerak – gerik namja itu. “pisau?!” pekik Jae Na saat melihat namja itu mengeluarkan sebuah pisau dari sakunya. Tanpa pikir panjang lagi, Jae Na segera berlari menghampiri Siwon yang hendak naik ke dalam mobil.

“karena kau.. perusahaanku..” seru namja yang sejak tadi memang sudah mengincar Siwon seraya menghunuskan sebuah pisau ke arah Siwon. Namun sesaat sebelum pisau itu berhasil menusuk Siwon, sesuatu telah menghalangi laju pisau itu.

“Jae Na-ya! Kalian cepat panggil dokter!!” perintah Siwon pada pelayannya saat mendapati yeoja kesayangannya telah terkulai lemas di dalam pangkuannya.

***

Jae Na terlihat menggeliat pelan namun segera tertahan karena rasa sakit yang ia rasakan di bagian pinggangnya. Siwon segera menggenggam tangan yeoja yang tengah terbaring lemas di hadapannya.

“syukurlah lukanya tidak terlalu parah” ujar Siwon seraya mengelus tangan Jae Na lembut. “maaf karena telah membuatmu mengalami hal seperti ini” lanjut Siwon lalu mencium punggung tangan Jae Na. Jae Na sempat terlihat bingung karena sikap Siwon terhadapnya namun ia segera menyadari penyebab dari sikap Siwon terhadapnya. Ia telah melindungi Siwon.

Jae Na segera membalikan tubuhnya membelakangi Siwon saat menyadari apa yang telah ia lakukan. Perasaan tak percaya terus menggelayuti Jae Na. Tubuhnya saat itu terasa bergerak dengan sendirinya. Apa itu nalurinya? Apa dia telah jatuh cinta pada Siwon? Namun yang pasti Jae Na tak ingin Siwon melihat wajahnya yang saat ini sedang merona.

“Jae Na-ya, apa masih sakit?” tanya Siwon sambil berusaha membalikan tubuh Jae Na menghadap ke arahnya. Siwon sangat khawatir melihat keadaan Jae Na. Tak pernah terpikir sebelumnya kejadian seperti ini akan dialami oleh Jae Na. Entah bagaimana jadinya jika Jae Na tak dapat diselamatkan.

“jangan melihatku” ucap Jae Na lirih seraya menutupi wajahnya dengan jari – jari lentik miliknya.”entah sejak kapan aku begitu menyukaimu, Choi Siwon” akhirnya Jae Na menyatakan perasaannya yang sebenarnya pada Siwon.

Dengan sekali gerakan cepat Siwon membalikan tubuh Jae Na dan menempatkan dirinya di atas tubuh Jae Na. “jangan kau sembunyikan. Perlihatkan wajahmu padaku” bujuk Siwon seraya menahan kedua tangan Jae Na yang sejak tadi ia guanakan untuk mnutupi wajah meronanya. Mereka saling bertukar pandang. ‘saranghaeyo’ kata itulah yang nyaris terdengar dari tatapan mereka.

“maukah kau menjadi istriku?” tanya Siwon dengan wajah yang begitu serius. Walaupun mereka secara sah memang sudah menjadi sepasang suami istri namun hati Jae Na baru hari ini secara sepnuhnya menerima pernikahan sepihaknya ini.

“ne” jawab Jae Na singkat karena Siwon telah mengunci bibir Jae Na dengan bibirnya. Jae Na sama sekali tak menolak ciuman itu karena memang itulah yang Jae Na ingingkan. Ciuman itu mengalun secara perlahan namun pasti. Jae Na mengukir sebuah senyuman manis di tengah ciumannya bersama Siwon. ‘mulai hari ini aku akan menjadi istri sejatimu, Choi Siwon’ pikir Jae Na lalu kembali melanjutkan kegiatannya bersama Siwon hingga ke tahap selanjutnya.

THE END

==========================

fiuhh*nyeka keringat*… finish ^.^

FF ini kubuat berdasarkan komik yang baru aku baca. Akhir” ini emang lg hobi baca komik nih.. hehehe :D

Daripada ngegalau terus mending baca komik.. ya gk? ya gk? iya aja dah.. :D *maksa*

RCL and Thanks for reading :)

2 thoughts on “Innocent Bride

  1. Kyaa… ktmu… :)
    Jjang…!!! Lanjutkan..!!! Kutnggu ff mu yg slanjut.x… chingu… hyukra.x jngan lpa ne…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s